mysophobia 潔癖

Nastiness Diagnosis. Anthropology. Religion. Gender. Justice. A Personal Notepad For the General Public.

KH Husein Muhammad considers that woman are just as qualified as men to be prayer leaders even among cross-gender groups

414430_maketsholatpi.jpg

http://www.detiknews.com/read/2010/06/11/175956/1376578/10/kh-husein-muhammad-anggap-sah-sah-saja-perempuan-jadi-imam-bagi-pria
KH Husein Muhammad Anggap Sah-sah Saja Perempuan Jadi Imam Bagi Pria
(an Indonesian Muslim religious leader consider that woman are just as qualified as men to be prayer leaders even among cross-gender groups)


Jumat, 11/06/2010 17:59 WIB
Imam Wanita di Oxford
KH Husein Muhammad Anggap Sah-sah Saja Perempuan Jadi Imam Bagi Pria
Indra Subagja – detikNews
Jakarta – Seorang penulis perempuan asal Kanada, Raheel Raza, menjadi imam salat Jumat bagi laki-laki di Oxford, Inggris. Tindakan ini dianggap sah-sah saja, asalkan perempuan tersebut benar-benar memiliki kualifikasi tertentu.
“Hendaklah yang menjadi imam itu yang pandai membaca Al-Quran, yang ahli fiqih, dan yang pandai di antara kamu,” kata KH Husein Muhammad yang juga Sekretaris Komisioner Komnas Perempuan, Jumat (11/6/2010).
Dia beranggapan, tidak masalah seorang perempuan menjadi imam. Asalkan sesuai dengan kualifikasi tersebut.
“Ini memang kontroversi besar dalam masyarakat. Jadi secara pandangan pribadi, bagi saya adalah sah saja perempuan menjadi imam,” ujarnya.
Argumentasi teologis yang diungkapkan Husein yakni Al-Quran tidak menyebutkan soal tersebut, dan yang kedua kemampuan kualifikasi individu bukan dari jenis kelamin.
“Ada hadistnya yang menyatakan perempuan pernah menjadi imam bagi makmum laki-laki. Rujukannya, Ummi Waroqoh binti Naufal, dan Nabi memerintahkan Umi Waroqoh mengimami anggota keluarganya. Anggota keluarga itu ada laki-laki, tapi memang disebutkan laki-lakinya sudah usia tua, dan pembantu,” terang Wakil Direktur Puan Amal Hayati ini.
Kekhawatiran perempuan menjadi imam, duganya, karena mungkin perempuan dapat menimbulkan problem yang menganggu salatnya laki-laki. Karena melihat fisik sang imam, salatnya menjadi terganggu.
“Ini soal pandangan saja,” tutup Husein yang juga mengasuh pondok pesantren di Jawa Barat ini.
Sebelumya MUI menegaskan bahwa dengan dalil apapun perempuan tidak bisa menjadi imam. Kecuali menjadi imam bagi perempuan dan anak-anak.
(ndr/nrl)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 6, 2010 by in 【Voices of Muslims】 and tagged .
%d bloggers like this: