mysophobia 潔癖

Nastiness Diagnosis. Anthropology. Religion. Gender. Justice. A Personal Notepad For the General Public.

My feelings after calpres pemilu 2014

 

Indonesia sedang menghadapi sebuah krisis. Ini periode yang sangat berbayhaya. Tidak bisa tidak diawasi atau biarin aja. Kalau hukum sekarang begini, memang kita harus tunggu hasil KPU. Tetapi kita harus memikir lebih lanjut, di masa yang akan datang, bagaimana KPU bisa diperbaiki dan proses penghitung pemilu bisa dicepatkan supaya masyarakat tidak merasa binggung? Saya sebagai pemantau pemilu di Amerika dan Taiwan sudah terbiasa hasil pemilu langsung diumumkan pada malam hari, jadi belum bisa paham fungsi 2 minggu “waiting period” ini. Inilah kekurangan pikiran saya. Keadaan ini membuat kemungkinan dan berikan ruang untuk manipulasi. Setelah banyak saling kampainye hitam, ternyata seperti ada authoritas yang lebih tinggi daripada pilihan rakyat. Apakah KPU itu sebuah institusi yang lebih tinggi daripada rakyat? Bukankan KPU itu cuma melayani masyarakat dan menjamnin suaranya didengar? Oleh karena itu, untuk maju ke masa depan, harusnya mengawasi hasil demokrasi dengan proses yang lebih masuk akal dan aman. Itulah penting untuk demokrasi yang bisa berjalan terus. JANGAN SAMPAI hasil demokrasi itu harus DIBERIKAN dan DITENTUKAN oleh pemerintah. Karena Hasil demokrasi itu punya masyarakat, bukan punya politikus siapapun atau institusi apapun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 11, 2014 by in 【Indonesia-ish & SEAsia】.
%d bloggers like this: