mysophobia 潔癖

Nastiness Diagnosis. Anthropology. Religion. Gender. Justice. A Personal Notepad For the General Public.

Salib Putih : Bukan SARA Tapi RA

wonderful insight, and a good correction to the narrow reading about the issue of the land of Salib Putih.

::..batjatoelis..::

“Sesuai dengan hakekat revolusi yang menjebol dan membangun, apakah yang harus kita jebol dewasa ini dan masa yang akan datang? Bahwa apa yang harus kita jebol sekarang adalah imperialisme dan feodalisme, untuk membangun Indonesia yang merdeka penuh dan yang demokratis. Hal ini merupakan syarat utama, yang mutlak, guna selanjutnya menjebol penghisapan atas manusia oleh manusia. Revolusi Indonesia tanpa Land Reform adalah sama saja dengan omong besar tanpa inti.”
(Soekarno).
Begitu urgensinya kebutuhan tanah untuk kemajuan dan kesejahteraan sebuah bangsa. Soekarno bahkan mensyaratkan redistribusi lahan untuk petani gurem sebagai basis ekonomi untuk memperkuat basis peri-kehidupan bangsa. Redistribusi lahan atau land reform merupakan bagian dari agenda besar Pembaruan Agraria atau lazim disebut sebagai Reforma Agraria (RA). Dalam kondisi kekinian Reforma Agraria (RA) mengalami penyempitan makna, yakni selalu dipahami sebagai permasalahan tanah dan petani kecil. Bahkan tidak sering hanya disebut sebagai konflik tanah. Padahal Reforma Agraria (RA) yang sebenarnya bukan hanya isu tanah melainkan…

View original post 924 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 23, 2015 by in 雜Variety.
%d bloggers like this: