mysophobia 潔癖

Nastiness Diagnosis. Anthropology. Religion. Gender. Justice. A Personal Notepad For the General Public.

從印尼到台灣的曲:小姐請你乎我愛

由印尼樂團Bill & Brod於1985年推出。同年,李茂山翻唱中文版《女孩你是我的愛》。1992年,羅時豐和王瑞霞再推出男女對唱版《小姐請你乎我愛》Screenshot 2016-07-10 11.55.24.png

詞曲應該是都Arie Wibowo寫的,寫得很棒,80年代唱遍印尼全國大小巷。後來的MV也很幽默。

以下是隨手翻譯沒有講究的,但大意如此:

◈Engkau yang cantik美麗的你
Engkau yang manis甜蜜的你
Engkau yang manja任性的你
Selalu tersipu總是生氣
Rawan sikapmu態度敵對
Di balik kemelut把問題丟回來

◈Di remang kabutmu在你悶悶不樂的雲霧中
Di tabir mega-megamu在你的陰霾籠罩中

◈Ku melihat dua tangan我看到你兩隻手
Di balik punggungmu放在背後插腰

◈[Chorus:][副歌:]
Madu di tangan kananmu蜂蜜在你的右手
Racun di tangan kirimu毒藥在你的左手
Aku tak tahu mana yang akan kau berikan padaku

我不知道到底是哪一手,你將會要我領受

http://forum.detik.com/mengenang-arie-wibowo-si-anak-singkong-yang-galau-antara-madu-t537078.html

Nama Arie Wibowo bolehlah disejajarkan dengan para pencipta tren seperti Rinto Harahap, Ariyanto, maupun Obbie Mesakh. Bedanya, jika tren yang diusung oleh ketiga nama tersebut ke dalam industri musik Indonesia adalah pop yang mendayu-ndayu, maka Arie Wibowo memberikan penyegaran dengan musik bergaya humor yang parodis.

Corak parodi yang diusung Arie langsung tercermin dari nama band yang dipimpinnya, Bill and Brod. Nama ini tentu saja mengingatkan pada Billbroad, label rekaman internasional, sekaligus majalah musik yang memiliki chart bergengsi. Dengan penampilan khasnya, topi dan kacamata hitam, Arie dan Bill and Brod memperkenalkan lagu-lagu ber-mood riang.

Pada setiap lagunya, seolah-olah ada suasana riuh di belakangnya. Gaya semacam itu tentu saja mengingatkan pada sebuah band asing bernama Art Company yang kala itu terkenal di seluruh dunia lewat hit berjudul ‘Suzanna’. Lagu-lagu Arie ringan, easy listening, dengan lirik yang kuat.

Kekuatan lirik lagu-lagu Arie terletak pada kepiawaiannya dalam meramu bahasa lugas sehari-hari dengan metafora yang puitis. Lagu ‘Madu dan Racun’ misalnya, bercerita tentang potensi godaan yang muncul dari setiap wanita terhadap pria, dan bagaimana ‘si aku’ menghadapinya. Menarik, dan kala itu merupakan sebuah terobosan, cara Arie melukiskan misteri perempuan:

selalu tersipu/ rawan sikapmu/ di balik kemelutmu
di remang kabutmu/ di balik mega-megamu
ku melihat dua tangan/ di balik punggungmu
madu di tangan kananmu/ racun di tangan kirimu

Itulah lagu pertama yang melambungkan nama Arie Wibowo dan Bill and Brod ke panggung industri musik Indonesia era 80-an. Sejak itu, bicara tentang musik Indonesia terutama era 80-an, tak bisa lepas dari nama Arie Wibowo dan band-nya, yang beranggotakan Nyong Anggoman (keyboard), Rully (drum) dan Kenny Damayanti (gitar dan vokal).�* Siapa sebenarnya mereka?

Awalnya, mereka hanyalah anak-anak muda yang pada 1975 sering nongkrong bareng di Radio Prambors, Jakarta. Dengan semangat iseng-iseng, pada 1985 mereka membentuk band dan merilis album pertama lewat perusahaan rekaman Ria Cipta Abadi Records. Tak disangka, album berjudul ‘Madu dan Racun’ itu meledak, terjual hingga 1 juta kaset!

‘Madu dan Racun’ pun berkumandang di mana-mana, dinyanyikan oleh anak-anak kecil di kampung-kampung dan merajai radio-radio. Wajah Arie Wibowo sebagai frontman band pun kemudian menghiasi halaman-halaman media cetak. Puncak popularitas lagu itu terjadi ketika judulnya dipakai sebagai judul film yang dirilis pada tahun itu juga. Film itu dibintangi nama-nama beken masa itu, Lia Waroka, Nurul Arifin, Ekki Soekarno dan Rico Tampatty.

Pada album kedua, Arie kembali menggebrak dengan hit yang tak kalah laris, ‘Singkong dan Keju’ dari album berjudul sama. Formulanya pun masih sama, menangkap fenomena keseharian masyarakat dan mengungkapkannya dengan metafora yang dekat. Lagu tersebut mengisahkan hubungan cinta yang terhalang jurang kesenjangan sosial.

‘Keju’ adalah metafora anak orang kaya, dan ‘singkong’ mewakili anak orang miskin. Lirik penutup lagu itu, ‘Aku ini hanya anak singkong’ langsung menjadi populer kala itu, dan melahirkan istilah ‘anak singkong’. Sejak itu, tema kesenjangan sosial dalam percintaan anak muda pun menjadi tren lagu-lagu pop Indonesia.

Lagu hit lain yang akan terus diingat dari Arie Wibowo antara lain ‘Kodok pun Ikut Bernyanyi’ dan ‘Zaman Kuda Gigit Besi’. Namun, selain melahirkan lagu-lagu hit yang humoris, Arie juga memiliki sejumlah balada indah yang “serius”. Misalnya lagu ‘Danau Penantian’, dan ‘Angin Surga’ yang dinyanyikan duet bersama penyanyi perempuan yang kala itu juga sedang ngetop, Ervina.

Arie Wibowo, yang senyumnya dan suara beningnya sempat membuat histeris cewek-cewek pada masanya, meninggal dunia di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat, Kamis (14/4/2011) malam. Arie meninggal sehari menjelang hari ulangtahunnya yang ke-59 setelah mengeluh sesak nafas. Karya-karyanya akan dikenang sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah musik Indonesia. Selamat jalan, Sang Pencipta Tren!

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 10, 2016 by in 【Indonesia-ish & SEAsia】.
%d bloggers like this: